Menanggapi video viral tentang pemukulan siswa Oleh Glosarium.org

Beberapa hari ini ada sebuah video viral tentang pemukulan siswa oleh seorang oknum. menurut on the spot Trans7, kejadian tersebut adalah pemukulan antar siswa di sebuah SMK, dengan latar belakang kekesalan pelaku terhadap korban yang sering mengejeknya. dari yang saya lihat pada videonya saya melihat pelaku yang langsung memberikan suatu pukulan langsung terhadap korban yang sedang duduk di bangkunya hingga berkali-kali. bahkan mengejarnya hingga keluar kelas.

Dari latar belakang antara pelaku dan korban saya akan menarik kesimpulan berdasarkan pemikiran saya sendiri dan kemungkinan kesimpulan ini bersifat fiksi akan tetapi hal ini akan sedikit menyentuh dengan pengalaman saya yang juga cukup mirip akan tetapi tidaklah brutal seperti video tersebut.

Korban

Saya akan mulai menyimpulkan dari korban. korban mungkin adalah seorang yang mudah bergaul, punya teman setara dalam kelas dan suka berbicara atau mulutnya sulit berhenti.

Dari pengalaman, saya memiliki seorang katakanlah teman kelas yang tidak begitu dekat, dia dalam kelas selalu berkelompok dengan teman yang itu itu saja, dia orangnya banyak bicara dan tidak bisa berhenti meskipun sedang berada di tengah-tengah pelajaran sedang berlangsung. dan dari cara dia menahan pukulan bisa disimpulkan dia suka tawuran.

Ada kemungkinan juga korban dalam video adalah seorang siswa yang katakanlah berandalan. dia tidak bisa berhenti mengejek orang lain dalam kelas karena kebebasannya terkekang di dalam kelas akhirnya dia melampiaskan kebosanannya dengan mengejek siswa lain. dan tanpa disadari setiap saat ia mengejek hingga siswa yang diejeknya merasa jengkel dan kesal kepadanya. dari pengalaman saya sendiri, orang yang sudah terlalu sering mengejek akan sangat susah untuk berhenti mengejek hal yang sama. secara tidak sadar akan menimbulkan rasa kecanduan akan hal mengejek ini.

Pelaku

Selanjutnya saya akan bahas dari sisi pelaku. menurut saya apa yang dilakukan pelaku tidak sepenuhnya salah, manusia memiliki pikiran dan mental.

binatang pun jika diganggu dan terusik akan melawan. manusia pun sama. tapi manusia memiliki pemikiran logika satu, dua, tiga, kali tidak lah apa-apa jika diejek, tapi jika pengejekan dilakukan setiap saat, setiap hari, setiap bertemu, sungguh pikiran akan berubah menjadi mental yang tertekan.

mental yang tertekan akan menghasilkan 2 arah jalan, pertama adalah down yang berakibat cukup fatal karena akan menjadi sikap murung dan yang kedua adalah pertentang yang akan membuat seseorang menjadi menentang segala tekanan mental dan meluapkannya dalam bentuk kemarahan terhadap sumber tekanan.

Tekanan mental ini lah yang membuat pelaku menjadi sangat berani bahkan hingga sikapnya bisa berubah kebalikan dari biasanya. dalam keadaan tertentu kemarahan akan sangat sulit dikendalikan seperti pada video, mungkin pelaku sudah menganggap korban sebagai hal yang harus dihilangkan, dirusak, atau bahkan dimusnahkan.

Kesimpulan

Sebenarnya saya lebih mendukung terhadap pelaku,kenapa? karena pelaku apa yang dilakukannya sangat benar, kenapa?
– dia tidak memiliki tempat untuk memberikan curahan hati
– orang yang ada di sekitarnya tidak peduli dan tidak menyadari akan kesusahannya
– tidak memiliki solusi lain karena solusi yang di gunakan sudah habis
– Guru, orang tua, menganggap hal biasa dan bisa selesai dengan sendirinya dan tidak membantu menemukan jalan keluar.
– Orang yang ada di sekitarnya Egois.

Dari sisi korban, saya rasa dia harus memikirkan apa yang dia lakukan pada orang lain dan saran saya adalah renungkan dan introspeksi diri.

Keduanya memang harus dibantu, dalam artian menyadarkan korban dan memberikan semangat kepada pelaku agar dapat mengikuti kelas dengan semestinya.

Selamatkan pelaku dari kelamnya tekanan mental

Selamatkan korban dari kecanduan mengejeknya

Guru-guru sensitiflah, sadarilah, dan bantulah muridmu yang memiliki masalah pertemanan.

Kita bisa mencegah hal ini terjadi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *