Lompat ke konten

peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional – (Ekonomi / Bisnis)

Apa itu peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional? yang dimaksud dengan peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional adalah kata yang memiliki artinya dalam Leksikon Bank Indonesia, Ekonomi & Bisnis, dll.. berikut ini untuk penjelasan apa arti makna dan maksudnya.

Pengertian peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional adalah:

SubjekDefinisi
Leksikon Bank Indonesia. (Sumber: istilahbank.blogspot.co.id) ?peralatan (tools) yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional : Adalah berbagai data dan informasi yang bisa difungsikan sebagai alat identifikasi dan asesmen terhadap Risiko Operasional , yaitu :
(a) Audit Findings.

Walaupun audit finding difokuskan terhadap pengendalian ataskelemahan dan kerawanan , namun audit juga mampu untuk melihat risiko yang inherent tentang faktor faktor internal dan eksternal.
(b) Internal Loss Data Collection and Analysis.

Data internal tentang kerugian operasional menyajikan informasi yang berarti dalam melakukan asesmen terhadap eksposure risiko moperasional dan efektivitas pengendalian intern. Analisis terhadap kejadian (events) yang menimbulkan kerugian dapat menjadi pera;atan untuk melihat sebab suatu kerugian besar yang terjadi dan apakah kegagalan pengendalian itu dapat diisolasi atau atau sudah bersifat sistemik. Bank dapat pula memanfaatkannya untuk menangkap dan memonitor kontribusi risiko operasional terhadap risiko kredit dan risiko pasar yang terkait dengan kerugian dan untuk mendapatkan pandangan yang lebih komplit terhadap risiko operasional.
(c) External Data Collection and Analysis.

Elemen elemen data eksternal terdiri dari ‘ jumlah kerugian operasional (gross) ‘ , hari/tanggal ; recoveries ; dan informasi tentang sebab sebab kerugian yang relevan yang terjadi pada organisasi selain dari bank . Data kerugian eksternal dapat dibandingkan dengan data kerugian internal , atau digunakan untuk eksplorasi kemungkinan kelemahan lingkungan pengendalian (control environment) atau untuk melihat kemungkinan eksposure risiko yang tidak teridentifikasi sebelumnya.
(d) Risk Assessments.

Risk assesment sering diartikan sebagai Self Risk Assesment (SRA), dimana suatu bank berdasarkan teori /kepustakaan melakukan asesmen terhadap potensi yang dapat menjadi ancaman dan kerawanan /kegawatan serta memperkirakan dampak/akibatnya. Pendekatan serupa , berupa ‘Risk Control Self Assesment’ , secara khusus mengevaluasi risiko inheren ( risiko sebelum pengendalian dipertimbangkan ), efektivitas dari lingkungan pengendalian , dan residual risk ( eksposur risiko setelah pengendalian dipertimbangkan). Score cards dibuat berdasarkan RCSA dengan membobot residual risk , untuk menyediakan alat untuk menerjemahkan output RCSA kedalam metrics yang memberikan rangking (secara relative ) kepada lingkungan pengendalian (control environment).
(e) Business Process Mapping.

Business process mappings (BPM) mengidentifikasi langkah langkah kunci dalam proses bisnis, kegitan kgiatan serta fungsi fungsi organisasi. Disamping itu BPM juga mengidentifikasi point point kunci risiko dalam proses bisnis secara overall. Peta (maps) dari proses dapat mengungkapkan risiko risiko individual, risiko yang saling terkait dan area area pengendalian atau kelemahan kelemahan manajemen risiko. BPM juga dapat membantu menetapkan priorotas dalam tindakan manajemen selanjutnya.
(f) Risk and Performance Indicators.

Risk and performance indicator adalah ‘mertics risiko’ dan atau statistik yang menyediakan alat penglihatan terhadap eksposur risiko bank. Indikator risiko sering dirujuk sebagai Indikator indikator Risiko Kunci (Key Risk Indicators atau KRI) , digunakan untuk memonitor pengarah utama (main drivers) dari eksposur yang dikaitkan dengan risiko risiko kunci. Performance Indicators sering dianggap sebagai Indikator Indikator Performance Kunci (Key Performance Indicators/ KPI’s) , digunakan untuk melihat kelemahan kelemahan operasional, kegagalan dan potensi kerugian. Risk and performance Indicators sering dipasangkan dengan peningkatan ancaman sebagai peringatan dini dalam melakukan pendekatan terhadap tingkat risiko yang sudah melebihi ambang batas atau limit yang memerlukan tindakan segera.

(g) Scenario Analysis.
Skenario analisis adalah proses untuk mendapatkan ‘pendapat ahli’ dari business line dan manajer risiko untuk mengidentifikasi kejadian (events) yang potensial dalam risiko operasional dan asesmen terhadap akibat yang potensial. Skenario analisis adalah suatu alat yang efektif untuk mempertimbangkan sumber sumber yang potensial dari risiko operasional yang signifikan dan kebutuhan bagi penambahan pengendalian manajemen risiko atau solusi untuk mitigasi risiko. Mengingat subjektivitas dari proses scenario , suatu kerangka kerja yang kokoh penting bagi integritas dan konsistensi dari suatu proses.
(h) Measurement.

Bagi Bank yang lebih besar mungkin akan memberikan manfaat untuk menghitung eksposur risko operasional mereka dengan menggunakan hasil dari asesmen tools risiko , sebagai input bagi suatu model untuk memperkirakan eksposur risiko operasional. Hasil dari model itu dapat dialokasikan kepada ‘business line’ untuk mengkaitkan antara ‘risk and return’
(i) Comparative Analysis.

Comparative Analyisis adalah membandingkan hasil hasil adari berbagai asesmen tools untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif terhadap profil risiko operasional bank . Misalnya ; perbandingan antara frequensi dan tingkat kesahihan data dengan RSCA dapat membantu bank dalam menetapkan apakah proses asesmen berfungsi secara efektif. Data sekenario dapat dibandingkan dengan data internal dan ekstern al untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik atas kesahihan eksposur bank terhadap kejadian (events) atas risiko yang potensial. (3). (Sumber : Bank for International Settlement).

Definisi ?

semoga dapat membantu walau kurangnya jawaban pengertian lengkap untuk menyatakan artinya. pada postingan di atas pengertian dari kata “peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional” berasal dari beberapa sumber, bahasa, dan website di internet yang dapat anda lihat di bagian menu sumber. Untuk memahami lebih lanjut anda dapat membeli buku glosarium di toko buku terdekat maupun website toko buku online.

Arti kata peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional yang sudah tersedia pada website ini adalah sebagai bahan referensi semata yang bersifat umum.

Kita menyadari adanya keterbatasan dalam website ini terutama dalam upaya update/memberikan contoh peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional maupun penggunaan kata peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional. maka dari itu bagaimana jika Anda coba berbagi dan melengkapi cara penggunaan kata/istilah maupun contohnya dengan cara mengisi komentar di bawah ini. Yang artinya Anda sudah membantu website ini dan pengguna lain yang sama-sama membutuhkan informasi maksud dari peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional.


Istilah Umum | Istilah pada bidang | apa makna yang terkandung | arti kata peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional | artinya apaan sih? | apa maksud perkataan peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional | apa terjemahan dalam bahasa Indonesia | Kata-kata viral


peralatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap risiko operasional ekonomi bisnis